Jiwa Berbicara …[Ammoy]

Mengkaji rasa dalam nyata , mengukir kata dalam cerita .
cerita sederhana nan penuh makna . Perjalanan hidup tersimpan jadi kenangan.
Semua manusia ingin hidupnya ada dalam kesenangan agar selalu bahagia,
terutama dari segi lahir (materi) barulah bathinnya akan merasa puas.
Kebahagiaan hanyalah bisa dirasakan oleh masing-masing dengan cara penilaian yang berlainan pula.
Seperti halnya aku sendiri tak tau bahagia itu rasanya bagaimana.
Mungkinkah rasa bahagia itu datangnya hanya sesaat
diwaktu kita tertawa dalam canda seakan lupa segala masalah ataukah suatu kemenangan ?
senang belum tentu bahagia , tapi bahagia sudah tentu senang .
walaupun makan hanya dengan garam dan tidur beralaskan koran yang penting hati gembira.
Hati adalah alat perasa yang paling peka .
Dengan hati inilah manusia bisa merasakan senang atau tidak.
Berawal dari hati inilah memilah rasa untuk memilih kata jadi.
Suatu jeritan jiwa, derajat manusia diukur dari harta, pangkat, dan martabat atau jabatannya.
Sayang …… merasa sayang bagi si manusia lemah seperti aku ini ,
takkan pernah berharap impian jadi kenyataan.
Mungkin hanya akan di pandang sebelah mata.
Memperoleh cinta adalah harapan bukan keinginan.
Dalam cerita inilah cinta akan d buka.
Di suatu masa yang tak terduga semasa SMU beranjak keluar dari seorang pelajar
yang kemudian terjadi himpitan jiwa oleh rasa.
Berawal dari suatu kejadian atau persaingan untuk memiliki pasangan,
maka terjerumuslah dalam pergolakan asmara.
Tanpa di sadari kemenangan tak selamanya memihak walaupun telah mendapatkan cinta
akhirnya ada sengketa yang menjadi bencana.
Seorang manusia yang tak begitu banyak dibanggakan telah menjerat diri ke dalam lingkaran asmara.
Mulanya tak begitu cinta tapi akhirnya menjadi sayang.
Tapi sangat disayangkan pula setelah sekian lama terbina
datanglah banyak rongrongan yang akhirnya menjatuhkan diri ini tertendang ke luar.


-Ammoy

0 comments:

Poskan Komentar